Rabu, 12 Oktober 2016

MARI MENDIDIK




Model Competitive Learning

Siswa Berkompetisi Dalam Sebuah Mata Pelajaran
Competitive learning merupakan salah satu dari dua desain pembelajaran yang mengedepankan persaiangan antara peserta didik untuk bisa lebih baik dari temannya. Ciri utamanya adalah peserta didik bersaing memperebutkan sesuatu seperti juara satu dan sebagainya dalam sebuah mata pelajaran. Desain ini sangat cocok untuk model-model pembelajaran yang menggunakan kelompok. Model ini mengutamakan hasil yang ingin kita capai dengan berorientasi pada proses. Jadi siswa yang sedang berkompetisi bersama kelompoknya menginginkan hasil yang terbaik disbanding yang lain dengan tidak mengabaikan proses belajar yang ada di dalamnya.
SMP Negeri 1 Long Bagun menerapkan beberapa standar pembelajaran dalam kualifikasi tenaga pendidiknya. Guru harus menguasai setidaknya satu desain dan model pembelajaran untuk diterapkan dalam kelas. Model pembelajaran Cooperative Learning dan Competitive Learning masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Semuanya bergantung pada guru yang bersangkutan untuk menimbang berbagai aspek dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang baik dan efektif serta menyenangkan.
Bersama mari kita terus majukan pendidikan di Kabupaten Mahakam Ulu dengan SEMANGAT yang tinggi, diiringi AKHLAK yang baik agar tercapai PRESTASI yang memuaskan.

Senin, 10 Oktober 2016

PILIH SMA ATAU SMK?



SMA
Sekolah Menengah Atas atau biasa disingkat dengan singkatan SMA merupakan jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal yang ada di Indonesia setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat. Sekolah Menengah Atas ditempuh dalam kurun waktu 3 tahun, dengan dimulai dari kelas 10 hingga kelas 12. Sejak kelas 10 siswa SMA sudah dibagi menjadi beberapa jurusan sesuai  dengan petunjuk implementasi kurikulum 2013 yakni MIA dan IIS.

SMK
Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa disingkat dengan singkatan SMK merupakan salah satu bentuk satuan dari pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang ada di jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP ataupun MTs atau dari bentuk lain yang sederajat, atau lanjutan dari hasil yang diakui secara setara. Untuk di SMK sendiri terdapat banyak sekali Program Keahlian.

1. Perbedaan SMA dan SMK
SMA

  • SMA mengedepankan akan adanya akademik, misal seperti jurusan Bahasa, IPA, IPS dan lainnya.
  • SMA memiliki teori yang lebih banyak dibandingkan praktik.
  • SMA memang lebih ditujukan kepada siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi.
  • SMA siswanya biasanya merata.
  • Biaya SMA relatif murah apabila dikalkulasikan.

SMK
  • SMK mengedepankan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh setiap siswanya.
  • SMK memiliki lebih banyak praktik dibandingkan dengan hanya teori.
  • SMK lebih ditujukan untuk langsung bekerja, walaupun melanjutkan ke Perguruan Tinggi juga bisa.
  • SMK siswanya biasanya tidak merata, ada yang banyak laki-laki untuk jurusan tertentu, dan adapula yang banyak perempuan untuk jurusan tertentu.
  • Biaya SMK relatif lebih tinggi saat dikulkalasikan karena didukung dengan biaya praktik yang tidak murah.

2. Kelebihan SMA dan SMK
SMA

  • Sangat tepat untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni di Perguruan Tinggi.
  • Biaya sekolah di SMA relatif murah.
  • Ilmu yang diajarkan oleh guru akan lebih banyak didapatkan dengan lebih merinci.

SMK
  • Sangat tepat apabila ingin setelah lulus langsung bekerja.
  • Praktik lebih ditekankan dibandingkan teori.
  • Kecakapan emosional lebih terlatih

Siswa SMP Neg. 1 Long Bagun Juara III di Porprov Kaltim 2016


Minggu, 09 Oktober 2016

Tauladan Pendidikan

Guru adalah tauladan dalam pendidikan. Salah satu faktor yang paling besar dalam perbaikan perkembangan peserta didik adalah hadirnya sosok guru sebagai penyemimbang dalam hidup seorang peserta didik. SMP Negeri 1 Long Bagun mencanangkan Visi yang dikenal dengan sebutan 3B (Bersemangat, Berakhlak, Berprestasi). Visi ini lahir dari sebuah kesadaran jiwa pendidikan Indonesia yang cenderung lesu akan hiruk pikuk masalah yang ada di negeri ini. Kesenjangan pendidikan dan kemerosotan moral menjadi masalah yang sudah menjadi "virus" dalam kehidupan bernegara di negri ini. Oleh karena itu, dari visi tersebut guru-guru SMP Negeri 1 Long Bagun berkomitmen menjadi teladan-teladan handal dengan jargon KERJA-KERJA-KERJA untuk memberikan inspirasi kepada peserta didik untuk mau berdisiplin dalam menjalani kehidupan.